Blogger Widgets Debat Kasus

Jokowi Presiden RI

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengaku bakal mencermati kondisi internal partainya terkait dukungan yang menguat...

Polwan cantik berfoto selfie porno

Gencarnya budaya selfie yang semakin populer di Indonesia rupanya ada yang berakibat fatal. Contohnya foto

X-MEN TERBARU

Bryan Singer mengungkap bahwa film terbarunya, X-MEN: APOCALYPSE akan bertabur pertarungan dashyat..

JOkowi capres Foto guyonan

Beberapa saat setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan kesiapannya menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan

wanita Muda dibunuh lalu dicor

penasaran mencium bau busuk yang sangat menyengat dari rumah Ibad (33). Bau menyengat itu, kemudian dilaporkan warga setempat ke Polres Kediri

Sunday, March 23, 2014

Jokowi Rentan Dibunuh atau Dibuat Cacat Kalau Ikut Pilpres 2014


Gubernur DKI Jakarta Joko "Jokowi" Widodo, dikabarkan bakal menjadi target pembunuhan atau diserang agar cacat, kalau sudah dipastikan menjadi peserta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 9 Juli 2014.
Hal tersebut, diungkapkan Sekretaris Jenderal Partai Republik Heru B Arifin.
Sekjend partai yang tak lolos verifikasi untuk mengikuti Pemilu 2014 itu mengakui, sudah sejak lima bulan lalu mendengar kabar, jika dicapreskan maka Jokowi bisa dibunuh atau minimal dibikin cacat.
"Saat itu ada seorang intelijen independen yang mengabarkan ke saya, bahwa jika Jokowi tetap dicapreskan, maka dia akan dibunuh atau dibuat cacat seumur hidup," tegas Heru B Arifin di Jakarta, Minggu (23/3/2014).
Menurut Heru, sudah jelas motifnya adalah politis. "Jokowi dianggap diboncengi banyak kepentingan asing," tuturnya.
Kalau Jokowi cacat, ia dipastikan tidak maju sebagai capres. Dia akan ditolak KPU, karena dianggap tidak lolos syarat kesehatan. Dengan demikian, kepentingan asing ini gagal menguasai kekuasaan lima tahun ke depan.
Siapa yang berkepentingan menghentikan Jokowi, menurut Heru, adalah pihak-pihak yang ingin menciptakan kegaduhan dan memecah belah Indonesia.
"Mereka tidak senang Indonesia menjadi negara adidaya yang bakal memimpin peradaban dunia," ujarnya.
Merekalah inilah, ujar Heru, yang justru dimanfaatkan oleh kepentingan asing untuk menciptakan instabilitas nasional di negeri ini.
"Mereka harus diwaspadai karena punya tujuan melemahkan Indonesia dalam segala hal," tuturnya.
Dengan menebarkan isu pembunuhan pada Jokowi, mereka akan menciptakan isu bahwa pelakunya adalah musuh politik Jokowi.
"Akhirnya muncul saling curiga dan ujung-ujungnya terjadi keruhan dan stabilitas nasional rusak. Mereka yang membuat skenario ini akan tertawa melihat kita berseteru," katanya.
Heru berharap, pergantian kekuasaan tahun ini berlangsung tanpa gejolak politik, kerusuhan, apalagi pembunuhan.
"Politik gaya Ken Arok itu kuno. Indonesia ini bangsa beradab dan saya yakin tokoh-tokoh politiknya mampu menciptakan keadaban," ujarnya.
Heru mengatakan, capres masa depan hanya tiga orang, yakni Jokowi (PDIP), Prabowo Subianto (Gerindra) dan Anies Baswedan (Demokrat).
Kekuatan Jokowi adalah tokoh yang sederhana dan merakyat. Prabowo Subianto tokoh yang  visioner, kuat dan tegas. Sedangkan Anies Baswedan tokoh panutan, berintegritas, bersih dan cerdas.
"Saya berharap,  meraka tidak dipertandingkan tapi disinergikan. Siapapun yang jadi presiden. Indonesia tak bisa hanya dipimpin satu dua orang," ungkapnya.
Heru meyakini  tiga tokoh muda itu mampu membawa kebangkitan bangsa. "Mereka ini tokoh-tokoh muda harapan bangsa. Kita berharap mereka bisa bekerja bersama untuk menciptakan kebangkitan dan kesejahteraan bagi negeri ini."

Wednesday, March 19, 2014

Hatta Rajasa Dianggap Bisa Lengkapi Jokowi

 
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (DPP PAN) Hatta Rajasa disebut salah satu tokoh yang dianggap layak  sebagai pendamping Jokowi dalam pertarungan Pilpres mendatang. Dua nama lainnya adalah Jusuf Kalla, dan Rizal Ramli.
Hal ini dikatakan oleh pengamat politik dari Charta Politika, Arya Fernandez, ketiga nama tokoh itu memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Meski begitu, harus dipilh salah satu Hatta Rajasa akan lebih unggul dibanding yang lain.
"Hatta bisa lebih melengkapi dengan Jokowi bila berpasangan di Pilpres 2014," kata Arya  Rabu (19/3).
Diambil sisi representasi partai, lanjutnya, maka yang paling berpeluang adalah Hatta. Kalau diambil sisi representasi daerah, maka Hatta dan Jusuf Kalla sama-sama memiliki peluang.
Jokowi tambahnya lagi, perlu didampingi oleh sosok yang memiliki gaya yang berbeda dengan dirinya yang easy going. Kemudian, tak terlalu prosedural, dan tak terlalu birokratis. Dalam konteks itu, Jusuf Kalla memiliki kelemahan karena memiliki gaya yang mirip dengan Jokowi.
"Bisa susah nanti. Bisa-bisa nanti ada matahari kembar," imbuh Arya.
Dari sisi kemampuan me-manage isu perekonomian, ketiganya bisa dianggap memiliki kemampuan perekonomian. Namun, baik Rizal Ramli dan Jusuf Kalla memiliki kelemahan karena tak memiliki partai politik sendiri.
"Kelemahan Rizal Ramli, tak ada back up di partai. Dan kalau PDIP menang pemilu legislatif di atas 20 persen, mungkin mereka lebih senang memakai kader sendiri sebagai cawapres," jelasnya.
Di atas itu semua, Hatta, menurutnya,  memiliki berbagai keunggulan. Selain empat jabatan menteri di tiga periode pemerintahan pernah diemban, Hatta juga dikenal sangat berpengalaman dalam dunia politik.
"Hatta itu sangat berpengalaman, sehingga dia seksi dan banyak dibidik siapapun," imbuhnya.
Masalah yang mungkin dihadapi Hatta adalah meyakinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa dirinya adalah seorang profesional. Yang  mampu memberi nilai tambah bagi rezim berikutnya. .
"Tugas Hatta sekarang adalah meyakinkan Megawati bahwa tugas itu memang cocok untuk dia,"  katanya.
Sebelumnya, hasil survei Indo Barometer yang bekerjasama dengan Lembaga Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI) yang dirilis beberapa hari lalu, menunjukkan ada lima tokoh dengan indeks kepemimpinan tertinggi. Mereka adalah Joko Widodo (7,55 ), Prabowo Subianto (7,07), Megawati Soekarnoputri (6,58), Aburizal Bakrie (6,38) dan Hatta Radjasa (6,15).
Survei tersebut menggunakan 10 indikator untuk mengukurnya yakni visioner, leadership, intelektualitas, ketrampilan politik, komunikasi politik, stabilitas emosi, ketegasan, kemampuan manajerial, penampilan, dan integritas moral.
Kemudian, survei yang disampaikan juga melakukan simulasi tokoh yang paling berpeluang sebagai cawapres dari partai berbasis Islam dimana Hatta berada di puncak dengan peroleh elektabilitas 16 persen, dan disusul Muhaimin Iskandar (6,2 persen), Yusril Ihza Mahendra (3,7 persen), Suryadharma Ali (2,9 persen), dan M Anis Matta (0,9 persen).
Simulasi Indo Barometer juga menemukan bila pasangan Jokowi-Hatta unggul 34,3 persen dibandingkan Prabowo-Pramono Edhie yang hanya mendapat 15,4 persen, dan pasangan ARB-Muhaimin 12,7 persen, serta Wiranto-Hary Tanoe 10,3 persen.
Terkait dengan kemungkinan duet Jokowi-Hatta, Ketua MPP PAN Amien Rais pada , Jumat (14/3/2014) lalu di Kantor DPP PAN menyatakan bahwa politik bersifat dinamis.
“Politik itu kan open handed commodity. Kalau sudah bicara kepentingan nasional, itu kita bicara bukan lagi harus dengan ini dan anti dengan itu,” kata Amien.

Tuesday, March 18, 2014

Humor Terbaru



 Pamer Kekayaan

Suatu hari, baluhap dan Nurmince sedang meributkan siapa yang lebih kaya di antara ayah mereka.

Nurmince: "Bokap gua kaya banget, dia bentar lagi katanya mau beli Laut Sumatra!"

Baluhap : "Oh ya???? Kalau gitu gua akan bilang sama bokap gua supaya Laut Sumatra jangan jadi dijual..."

 Manusia Kurang Kerjaan

Ginting, adalah seorang profesional muda asal Medan yang sedikit tuli. Pria dengan rambut cepak ini pun baru pertama kali berlibur ke kota budaya, Jogjakarta. Suatu hari dirinya ingin sekali menikmati minuman khas daerah Jogja, yaitu dawet (cendol).

Ginting: "Mbak, beli dawetnya."
Penjual Dawet: "Sampun telas mas."

Ginting: "Iya, memang harus pake gelas..."
Penjual Dawet: "Mboten wonten mas."

Ginting : "Betul, memang saya suka pake santen..."
Penjual Dawet: "Dasar sinting! (dengan nada kesal)"

Ginting : "Lho, kok tau nama saya Ginting?"
Penjual Dawet: "Dasar wong edan (tambah kesal)"

Ginting : "Wah mbak betul lagi... saya memang Medan!"
Penjual Dawet: "Dasar wong ora duwe otak! (sambil menggerutu)"

Ginting : "Benar, benar saya orang Batak !"
Penjual Dawet: "Dasar budeg...!"

Ginting : "Selain cendol saya memang suka gudeg."
Penjual Dawet: "Sampeyan kok kurang kerjaan to ?"

Ginting : "Benar sekali mbak, teman-teman saya memang semua kurang kerjaan, cerita kayak gini ini juga dibaca sampai habis!" 


Rahasia Hidup Bahagia....



Alkisah, ada seorang pemuda mencari-cari rahasia hidup bahagia. Awalnya dia percaya, jika bisa meraih apa yang diinginkan, dia pasti bahagia. Tapi kenyataannya tidak.  Akhirnya dia pergi ke seorang pertapa yang bijak untuk mendapatkan jawabannya.

Melalui perjalanan panjang, sampailah dia ke rumah sang pertapa dan segera bertanya, “Paman petapa yang bijak, tolong berikan pencerahan padaku, bagaimana aku bisa menjadi bahagia?”

“Kamu ingin bahagia? Baik. Cobalah duduk di bawah pohon itu dan bernapaslah!” kata sang petapa dengan tegas.

“Lalu apa yang harus kulakukan saat duduk dan bernapas?” tanya si pemuda.

“Tidak ada. Cukup duduk dan perhatikan napasmu dengan baik, sadari setiap saat bahwa kamu sedang hidup dan bernapas,” tandas sang pertapa. Walaupun ada keraguan, si pemuda mencoba melakukan apa yang diminta petapa, duduk di bawah pohon rindang dan bernapas.

Hari demi hari pun berlalu. Setelah 3 hari, si pemuda akhirnya tak tahan dan menghadap ke pertapa. “Paman, saya sudah duduk dan mengamati napas selama 3 hari ini tanpa tahu apa maksudnya. Apakah Anda lupa saya datang ke sini untuk mendapatkan rahasia kebahagiaan darimu? Tapi yang saya dapat hanya duduk dan bernapas. Ini hanya buang-buang waktu saja.”

Petapa tersenyum dan berkata, “Jujur, sebenarnya paman tidak bisa mengajarimu untuk meraih kebahagiaan.”

Si pemuda dengan jengkel bertanya, “Kenapa tidak bisa?”

“Karena paman tidak bisa membantumu menemukan apa yang sudah kamu miliki,” kata petapa. “Coba jawab apa yang sudah kamu lakukan selama 5 hari ini?”

Pemuda itu menjawab, “Duduk dan bernapas.”

“Apakah ada yang mengajarimu cara bernapas?” tanya petapa.

“Tentu saja tidak,” balas pemuda itu. “Bernapas tak perlu diajarkan. Semua orang yang masih hidup bisa melakukannya sendiri.”

“Nah, bahagia sama seperti bernapas, tidak perlu diajarkan,  tapi hanya perlu dibiasakan dengan landasan cara berpikir yang benar dan bijak.”

Si pemuda mengernyitkan kening berusaha mencerna.

Sang petapa pun melanjutkan, “Kebahagiaan itu ada di rasa bersyukur karena kita hidup dan bernapas. Dan bukankah kita semua sudah memilikinya sejak kecil? Hanya saja, setelah dewasa, kita membiarkan dunia luar menentukan apakah kita itu bahagia atau tidak. Ketika orang lain mengungkapkan kesalahanmu, kamu tidak bahagia. Ketika sesuatu mengecewakanmu atau tidak sesuai dengan seleramu, kamu tidak bahagia. Ketika seseorang tidak peduli denganmu, kamu tidak bahagia. Dan banyak lagi hal lain yang membuat kamu tidak bahagia. Jadi, selama ini kamu telah menyerahkan kunci kebahagiaan ke dunia luar. Makanya dunia luar terlihat seperti mempermainkan kamu.”

Netter yang Luar Biasa,

Ketika terjadi sesuatu yang buruk, apakah kita akan berhenti bernapas? Tentu tidak. Begitu pula dengan kebahagiaan. Ketika terjadi sesuatu yang buruk, kita takkan berhenti untuk menjadi orang yang bahagia jika kita tidak membiarkan itu terjadi. Karena bahagia sesungguhnya ada di rasa syukur yang mampu dipertahankan karena kita masih diberi kesempatan bernapas, hidup.  Dan menikmati setiap naik turunnya gelombang kehidupan.

Mari selalu mensyukuri apa yang telah kita punya,  agar kita senantiasa damai dan berbahagia.

Salam sukses luar biasa!

Sulit Bergaul Tanda Gangguan Jiwa?

Bersama dr Andri, SpKJ, FAPM

Bersama dr Andri,SpKJ,FAPM Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik Medis dan Psikiatri Liaison. Penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang. Anggota dari American Psychosomatic Society dan Fellow of The Academy of Psychosomatic Medicine.

Dok, saya punya beberapa masalah kepribadian dan membuat khawatir. 1. Saya orang yang tertutup dan mengalami masalah dalam pergaulan. Saya susah membentuk hubungan dengan orang lain. Bila saya memiliki kenalan, maka dia akan selalu menjadi kenalan semata tak lebih. Saya selalu takut bila seseorang mengetahui kejadian memalukan saat saya masih kecil yang terjadi di depan banyak orang dan membuat saya diolok-olok. Sejak itu, saya sangat tidak nyaman berada di keramaian, merasa cemas dan takut bila menjadi perhatian. Saya sampai berkeringat dingin dan ngeblank. 2. Hingga sekarang, saya belum pernah jatuh cinta pada lawan jenis, tetapi saya memiliki ketertarikan dengan sesama jenis. ini semakin membuat saya takut dengan orang lain karena saya sadar ini adalah hal yang memalukan. saya semakin takut jika ada orang yang tahu siapa sebenarnya saya. 3. Saya juga memiliki masalah dengan pengekspresian emosi. Entah kenapa emosi saya seolah sudah mati. Saya tidak merasa sedih saat ada kejadian yang menyedihkan, tak bahagia saat ada yang menyenangkan. Contoh, saat ibu saya terjatuh dan beberapa hari kondisinya bisa dibilang buruk, saya tak merasakan apapun. Padahal adik, kakak, dan seluruh anggota keluarga sampai mengeluakan air mata bahkan ada yang menangis. Apakah saya mengalami gangguan kejiwaan dok?
(Wahyu, 19, Bekasi)
  
JAWAB :
Wahyu yang baik,
Ada beberapa gejala dan tanda gangguan jiwa yang terdapat pada diri Wahyu. Kesulitan dalam berhubungan dengan kondisi sosial yang dikaitkan dengan kejadian masa lalu yang memalukan sehingga sulit tampil di muka umum biasanya kita temukan pada pasien dengan gangguan fobia sosial.
Orang seperti ini biasanya khawatir menjadi pusat perhatian karena takut dinilai atau merasa khawatir selalu tidak bisa tampil baik. Gejala-gejala fisik bisa mengikuti kondisi ini seperti jantung berdebar dan sesak nafas.
Masalah ketertarikan dengan lawan jenis atau sesama jenis adalah masalah preferensi seksual yang sebenarnya terpisah dari gejala fobia sosial yang dialami. Artinya, orang yang mengalami fobia sosial itu tidak selalu identik dengan preferensi seksual tertentu. Apa yang dikaitkan dengan masalah pengungkapan emosional juga bisa merupakan bagian dari proses perkembangan kepribadian yang belum sempurna atau tertunda.
Mengingat usia Wahyu baru 19 tahun dengan masalah-masalah trauma terkait di masa lalu bisa saja hal ini saling berkaitan. Ada keperluan untuk Wahyu berkonsultasi langsung dengan ahli di bidang kejiwaan baik psikiater maupun psikolog klinis agar mampu ditelusuri masalah kejiwaan terkait hal yang telah Wahyu ungkapkan. Semoga bermanfaat.
Salam Sehat Jiwa 

Anak Juga Bisa Sakit Ginjal Kronik


Penyakit ginjal kronik (PGK) terjadi saat ginjal mengalami penurunan fungsi yang terjadi lebih dari tiga bulan. Sesuai dengan namanya, penyakit tersebut terjadi kronik yang berarti perlahan-lahan dan tidak dapat kembali menjadi normal. PGK umumnya dialami oleh orang-orang berusia lanjut karena semakin tua usia seseorang, ginjalnya makin mengalami penurunan fungsi.
Kendati demikian, menurut dokter konsultan ginjal hipertensi Parlindungan Siregar, PGK juga dapat terjadi pada anak-anak. Namun, penyebab menurunnya fungsi ginjal secara kronik pada anak-anak tidak sama seperti pada orang dewasa.
Jika pada orang dewasa penurunan fungsi ginjal dipengaruhi oleh fisiologi. Sementara pada anak-anak, anatomi atau struktur organ tubuh lah yang mempengaruhinya. Kelainan anatomi pada anak-anak seperti tidak normalnya fungsi klep ureter memicu kerusakan pada ginjal.
"Klep ureter fungsinya adalah mencegah refluks atau baliknya urine yang dikeluarkan ke ginjal. Nah, jika ini tidak berfungsi dengan baik, maka sebagian urine akan kembali ke ginjal," terang Parlindungan dalam sebuah diskusi kesehatan beberapa waktu lalu di Jakarta.
Ia menjelaskan, normalnya ginjal berperan dalam menyaring racun dan zat-zat sisa dalam darah, dan mengeluarkannya dalam bentuk urine. Urine dikeluarkan melalui ureter dan untuk mencegah urine membalik arah kembali ke ginjal, terdapat klep di ureter yang akan menutup saluran yang ke arah ginjal.
Sayangnya, karena kelainan anatomi, klep ini ada yang fungsinya tidak baik, maka urine cenderung untuk kembali ginjal. Organ itu pun harus bekerja ekstra menyaring racun dan zat-zat dalam urine yang seharusnya sudah dikeluarkan. Jika proses tersebut terjadi berkali-kali dalam waktu yang lama, maka ginjal anak pun akan mengalami penurunan fungsi.
Selain itu, kata Parlindungan, penurunan fungsi ginjal anak juga bisa karena peradangan atau yang dikenal juga dengan istilah nefritis. Umumnya nefritis pada anak dipicu oleh faktor keturunan yang kuat.

Winona Ryder Tidak Gengsi Memakai Baju Lama


Aktris Winona Ryder (42) pernah mengenakan gaun seharga 10 dollar Amerika Serikat saat datang ke acara Academy Awards, dan ia percaya diri memakainya. Wow. Gaun yang ia kenakan adalah gaun lama yang ia "daur ulang" hingga tampak lebih indah.

"Sebagian besar baju-baju saya adalah baju kuno. Saya menyukai yang vintage dan senang berburu baju seperti itu. Saya pernah memakai baju hanya seharga 10 dollar ke acara Oscar," kata Ryder seperti dikutip E! Online, Kamis (27/2/2014).

Pemeran Kim Boggs di film Edward Scissorhands ini juga senang membeli baju yang bisa ditawar harganya. Ia pun tidak ragu-ragu untuk mengenakan gaun yang sama di beberapa acara. Gaun yang mungkin setahun lalu pernah dipakai, ia gunakan lagi di acara lain. Begitulah.

"Pada acara gala premiere film Sean Penn, Haiti, saya memakai baju ini. Padahal, baju itu saya pakai juga waktu premiere film pada tahun 2005. Saya tahu itu semacam 'enggak banget' di dunia fashion. Namun, mengapa kita hanya memakai baju sekali saja, padahal kita sangat menyukai baju itu," ujar bintang film Girl, Interrupted ini.

Nama Ryder cukup masyhur pada pertengahan 1980-an ketika ia masih berusia belasan tahun. Sukses di industri film ia reguk saat berusia 20-an tahun. Ia mengatakan, betapa berat melalui masa usia 30-an tahun karena terlalu bekerja keras saat usia 20-an tahun.

Hal lain yang Ryder anggap "berat", banyak orang menduga usia Ryder lebih muda dari usia sebenarnya sehingga ia kadang mendapatkan peran yang tidak pas.

"Bahkan, ketika saya mendapatkan peran yang tepat untuk usia yang lebih tua, saya selalu dianggap lebih muda dan tidak pas untuk peran itu," kata pemeran pendukung wanita terbaik Golden Globe Award untuk film The Age of Innocence (1993) ini.

Ah, bukankah asyik dikira lebih muda, ya?