Blogger Widgets "Oo Nina Bobo" Film Horor Sesuai Pakemnya ~ Debat Kasus

Monday, March 17, 2014

"Oo Nina Bobo" Film Horor Sesuai Pakemnya


Film horor yang sesungguhnya banyak dinanti-nantikan para penikmat film. Tentunya bukan film dengan penampakan, apalagi ditambah esek-esek. Untuk itu sutradara Jose Purnomo dan rumah produksi Rapi Films menghadirkan Oo Nina Bobo yang benar-benar menegangkan dan menakutkan.  

Sutradara film 308 dan Jelangkung itu mengatakan film yang mengangkat kisah misterius dibalik lagu pengantar tidur itu akan menaikkan adrenalin penonton karena berjenis horor yang atmosferik. Genre filmnya bukanlah jenis yang kaget-kaget, apalagi penampakan. Jadi bukan film horor yang gitu-gitu saja, apalagi tiket bioskop semakin mahal.  

”Saya percaya pakem-pakem film horor yang baik, menarik dan menegangkan. Jadi bisa dijual komersil. Banyak sekarang film horor yang gagal karena tak sesuai pakemnya,” katanya saat peluncuran trailler dan poster film Oo Nina Bobo di kantor Rapi Films, Jakarta, Senin (3/3).  

Menurutnya, semua orang pasti mengenal lagu Nina Bobo dan banyak versi tentang lagu itu. Lagu yang berkisah misteri membangkitkan arwah, berbahaya bila dinyanyikan 3-4 kali saat menidurkan anak. Namun Jose Rapi Films memiliki cerita sendiri.  

”Lagu yang berasal dari Belanda dan diterjemahkan 60 tahun lalu merupakan film horor yang isunya internasional. Jadi banyak ditonton masyarakat luas. Tidak bicara kedaerahan, apalagi mengangkat legenda daerah. Jadi ceritanya sangat sentral," tegas sang sutradara  

Produser Eksekutif Sunil Samtani menjelaskan masyarakat sekarang juga sudah cerdas membedakan mana film berkualitas dan tidak. Maka pihaknya kerjasama menyajikan film horor berkarakter dan topik yang sudah diketahui banyak orang.  

”Karenanya, kami meminta izin kepada pihak copywright lagu ini, untuk memakai lagu ini sebagai judul film kami. Saya tidak mau menciptakan film yang banyak hantu-hantunya. Harus film horor yang berbeda, apalagi ceritanya dipersiapkan secara matang,” ucap Sunil yang siap berpromosi.  

Film Oo Nina Bobo mulai tayang 20 Maret 2014 di bioskop seluruh Indonesia. Film ini dibintangi oleh Revalisa S temat (pemeran dokter Karina), aktor cilik Firman Ferdiansyah (Ryan), dan Daniel Topan (Bams).  

Target Juara
Lewat Oo Nina Bobo yang digarapnya, Jose yang juga sebagai penulis naskah cerita pun menargetkan menjadikannya sebagai film horor terbaik tahun 2014 ini.  

“Sepulang dari Amerika Serikat pada acara Scream Fest 2013 lalu, saya banyak belajar bahwa kekurangan film horor kita adalah isunya kurang internasional. Kita tidak bisa bicara isu kedaerahan, legenda daerah. Ini kurang dikenal di dunia. Saya yakin, Oo Nina Bobo itu film internasional yang tidak membawa daerah tertentu," ungkap dia.  

Rencananya sutradara dan sang produser, sudah membawa ke beberapa festival internasional bergengsi seperti festival film di Hong Kong dan Scream Fest 2014 kembali.  

Dalam cerita, dokter Karina yang mengambil S2 di bidang psikologi. Demi melangenggkan pendidikannya, ia mengambil contoh kasus post-traumatic stress disorder pada seorang anak yang bernama Ryan.  

Diyakini bila lagu Nina Bobo dilantunkan maka akan tercipta hal yang menakutkan. Lagu ini mempunyai kisah yang cukup misterius, menarik dan menyeramkan bagi yang menyanyikannya. [H-15]     

Leave a Comment..

0 comments:

Post a Comment